Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lansia dengan Square Stepping Exercise di Posyandu Brotoseno Desa Indronatan
DOI:
https://doi.org/10.59686/jtwb.v4i2.283Keywords:
Elderly, Dynamic Balance, Square Stepping Exercise, Berg Balance ScaleAbstract
Latar Belakang : Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi keseimbangan akibat perubahan fisiologis dan anatomis seperti penurunan kekuatan otot, daya tahan, dan fungsi sensorik (penglihatan, vestibular, dan proprioseptif). Salah satu latihan yang terbukti efektif untuk meningkatkan keseimbangan dinamis adalah Square Stepping Exercise (SSE). Latihan ini melibatkan pola langkah ke berbagai arah yang merangsang kerja sistem motorik dan sensorik secara simultan. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian Square Stepping Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia di Posyandu Brotoseno Desa Indronatan. Metode : Penelitian pre and post test without control design dilakukan di Posyandu Brotoseno, Sukoharjo, April 2025. Sampel lansia ≥60 tahun dengan skor Berg Balance Scale (BBS) 21–40 dipilih secara purposive. Intervensi Square Stepping Exercise diberikan 3 kali seminggu selama 4 minggu, dengan pengukuran keseimbangan sebelum dan sesudah latihan menggunakan BBS. Analisis data menggunakan uji t berpasangan atau Wilcoxon, dengan p<0,05. Hasil: Ada peningkatan namun tidak signifikan pada skor Berg Balance Scale setelah pemberian Square Stepping Exercise. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa latihan Square Stepping Exercise berpengaruh namun tidak signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Pemberian Square Stepping Exercise berpengaruh namun tidak signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia di Posyandu Brotoseno Desa Indronatan.




